Kawal Swasembada Pangan, BRMP Bengkulu Monitoring LTT dan Produksi Benih di Bengkulu Utara
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bengkulu melaksanakan kegiatan Monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) dan Monitoring Evaluasi (Monev) on-going kegiatan Produksi Benih Sumber Padi kelas Stock Seed (SS) di Kabupaten Bengkulu Utara.13/10/2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRMP Bengkulu dalam mengawal program swasembada pangan Kementerian Pertanian melalui pemantauan langsung perkembangan pertanaman di lapangan.
Pada aspek monitoring LTT, tercatat target LTT Kabupaten Bengkulu Utara untuk bulan Oktober 2026 sebesar 501 hektar. Hingga tanggal 13 Oktober 2026, capaian tanam baru sebesar 112 hektar atau 22,36%. Dari capaian tersebut, kontribusi LTT melalui metode Pemupukan Berimbang - Agricultural Advisory System (PM-AAS) masih sebesar 13,75 hektar.
BRMP Bengkulu mendorong dilakukannya kunjungan lapangan secara intensif oleh para penyuluh pertanian untuk menggerakkan percepatan tanam, serta mendorong percepatan penyaluran paket sarana produksi (saprodi) LTT metode PM-AAS kepada petani.
Selanjutnya, Tim Monev BRMP Bengkulu melakukan pemeriksaan pada kegiatan produksi benih sumber padi SS yang berlokasi di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama sistem investasi dengan petani kooperator dengan total luas pertanaman 17,75 ha menggunakan varietas unggul Inpari 32.
Rincian luas pertanaman meliputi Kelompok Tani Semangat Bersama seluas 4,25 ha, Kelompok Tani Semangat Karya seluas 4,00 ha, dan Kelompok Tani Karya Bakti seluas 9,50 ha, dengan target output 49 ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.800 per kg.
Berdasarkan hasil monitoring lapangan, kondisi pertumbuhan tanaman secara umum menunjukkan keragaan yang baik dan telah memasuki fase generatif dengan umur 90-100 Hari Setelah Tanam (HST). Tingkat keseragaman tanaman cukup baik dengan temuan Campuran Varietas Lain (CVL) sebesar 0,1–0,2%. Untuk menjaga kemurnian benih, tim merekomendasikan pelaksanaan rouging secara intensif hingga menjelang panen.
Terkait Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), ditemukan serangan hama kepinding tanah, pianggang, tikus, dan burung yang hingga saat ini masih dapat dikendalikan oleh petani. Panen diperkirakan akan berlangsung secara bertahap mulai akhir Oktober hingga awal November 2026 mengingat waktu tanam yang tidak serempak.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan pertanaman di lapangan dapat berjalan sesuai potensi wilayah dan mendukung peningkatan produksi padi nasional.
#KitaMulaiCaraBaru
#TransformasiBudayaKerja
#HematEnergi